Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Senin, 03 Maret 2014

Pengaruh Hubungan Intim Saat Hamil



Tanya:
Selamat siang Dok. Saya sedang mengandung dan telah mencapai usia 14 minggu. Apakah hubungan suami istri pada tahap ini diperbolehkan, Dok? Posisi berhubungan apa yang perlu dihindari, Dok? Terima kasih.

Jawab:
Dear Agustina,
Jika selama kehamilan, terdapat keluhan darah keluar dari jalur lahir, sebaiknya hindari berhubungan intim. Bisa jadi, darah yang keluar adalah plasenta previa. Plasenta previa merupakan kondisi di mana plasenta menutupi jalan lahir.

Alasan lain untuk tidak berhubungan intim adalah jika Anda memiliki riwayat ketuban pecah atau riwayat keguguran pada kehamilan sebelumnya.

Lain halnya apabila selama kehamilan tidak ada keluhan, Anda dan pasangan diperbolehkan berhubungan intim. Posisi yang aman sebenarnya tergantung dari kenyamanan pribadi Anda dan pasangan.

dr. Fresia Juwitasari Wongkar

www.MeetDoctor.com

Waspadai !! Bahaya Mendengkur

Mendengkur memicu sejumlah penyakit berbahaya seperti hipertensi, stroke, dan jantung.

Mendengkur tidak boleh diremehkan. Gangguan tidur yang dalam istilah kedokteran disebut sleep apnoea itu terjadi akibat penyempitan saluran pernafasan. Dalam kondisi tertentu, gangguan ini dapat berakibat kematian.

Pakar gangguan tidur dari Rumah Sakit St George Sidney Australia, Dr. Peter Cistulli, mengatakan, penyempitan saluran pernafasan mengakibatkan suplai oksigen ke seluruh tubuh terhambat.

Pada tingkat tertentu bisa membuat pernafasan terhenti (obstructive sleep apnoea). Kondisi ini bisa terjadi berulang kali dengan durasi sekitar 10-60 detik. “Dalam semalam orang yang mendengkur bisa berhenti bernafas sesaat sebanyak 300 kali,” kata Cistulli.


Minimnya suplai oksigen membuat seluruh organ tubuh, termasuk jantung dan otak, bekerja keras menjalankan fungsinya. Itulah mengapa, mendengkur dalam jangka panjang bisa mengakibatkan berbagai penyakit berbahaya seperti hipertensi, stroke, dan jantung. Kadar oksigen yang fluktuatif dapat merusak lapisan sel dalam pembuluh darah.


Yang perlu diwaspadai adalah ketika suara dengkuran terdengar semakin keras, tiba-tiba berhenti, dan disusul hentakan nafas. Kondisi itu memacu organ tubuh, terutama jantung, bekerja lebih keras untuk memasok oksigen. “Dan, saat terbangun biasanya akan merasa sakit kepala dan linglung,” ujarnya.

Mengatasi dengkuran memang tak mudah. Namun, kita bisa meminimalkan gangguan itu dengan sejumlah tips berikut:

1. Tidur miring
Posisi tidur miring akan membuat aliran udara lebih lancar. Sementara tidur telentang atau tengkurap membuat organ pernafasan tertekan dan memicu dengkuran.

2. Kurangi berat badan
Berat badan berlebih menjadi salah satu faktor penyebab seseorang mendengkur. Lipatan lemak di sekitar leher membuat aliran udara terhambat.

3. Kurangi konsumsi alkohol
Minuman keras dapat melemahkan sistem saraf di bagian rahang dan tenggorokan yang dapat memicu suara dengkuran.

4. Berhenti merokok
Racun yang terkandung dalam rokok memicu gangguan sistem pernafasan yang akhirnya memicu pola tidur mendengkur.

5. Pakai bantal tinggi
Posisi kepala lebih tinggi dari badan membuat pernafasan menjadi lebih lancar dan mencegah terjadinya dengkuran.

3 Tips Menghadapi Mantan Kekasih Sang Pacar

Selamat pagi sobat waroeng...
Tuliasan pertama di bulan Maret ini khusus kami persembahkan untuk Anda yang sedang dilanda rasa cemas dan khawatir dalam hubungan percintaannya.

Masa lalu memang tinggal masa lalu dan hubungan antara pasangan Anda dengan mantan nya pun telah berakhir. Namun bagaimana jika mantan kekasih ini masih membayangi kehidupan cinta Anda dan pasangan? Dikutip dari Sofeminine, berikut ini cara menghadapi mantan kekasih sang pacar:


Mantan Dekat dengan Teman-Teman Kekasih
Si Dia dan mantan kekasihnya pernah menjalin hubungan spesial, hal itu tidak bisa diubah. Selain pernah berpacaran, sang mantan pun kenal dengan teman-teman kekasih Anda dan masih menjalin hubungan baik. Sehingga seringkali dia pun muncul saat Anda dan pasangan berkumpul bersama temannya. Hal yang bisa Anda lakukan adalah bersikap yang wajar. Jangan menunjukkan ketidaksukaan ataupun mencoba akrab dengannya. 

Boleh saja saling bertegur sapa, tapi cukup sampai di situ. Jika ada tanda-tanda sang mantan mencoba mendekati kekasih Anda, tunjukkan bahwa kini sudah ada orang lain di sampingnya. Bisa dengan merangkul atau menggandeng kekasih Anda dengan tatapan tulus, namun usahakan jangan terlihat berlebihan.

Mantan Masih Mencintai Si Dia
Sang mantan terlihat masih belum rela hubungannya dengan kekasih Anda sudah berakhir. Dia pun selalu mencari-cari alasan untuk menelepon, mengirim pesan teks atau memaksa kekasih Anda untuk bertemu. Terlebih lagi, sang kekasih pun terkesan baik-baik saja dan tidak merasa terganggu dengan kelakuan mantannya. Jangan terpancing emosi, jangan juga langsung marah atau melabrak sang mantan.

Coba bicarakan baik-baik dengan pasangan dan utarakan bahwa Anda tidak suka dengan keadaan ini. Tanyakan padanya apakah masih ada perasaan khusus terhadap sang mantan. Jika perlu, hubungi sang mantan dan beritahukan secara baik dan sopan agar dia tidak terlalu sering menghubungi kekasih Anda lagi.

Mantan Berteman Dekat dengan Si Dia
Banyak pasangan kekasih yang justru berteman baik setelah putus. Hal ini mungkin membuat Anda cemburu dan cemas, kalau-kalau timbul perasaan cinta lagi di antara mereka berdua. Daripada selalu dibayangi rasa khawatir, buang jauh-jauh pikiran itu. Toh pasangan sudah memilih Anda sebagai orang yang paling spesial di hatinya. Biarkanlah mereka berteman, namun tekankan pada pasangan sejauh mana batasan hubungan pertemanan. Jika terlihat sudah melewati batas, ada baiknya Anda segera mengingatkan kekasih.

Nah..semoga tips ini dapat membantu Anda untuk melewati rasa takut dan cemas akan mantan kekasih pacar Anda yang selalu menghantui hubungan asmara Anda dengan sang pacar :)

ShareThis